Hadis tentang Menjaga Kebersihan Masjid: Dalil dan Penjelasan

hadis kebersihan masjid karpet masjid Al-Husna

Ada beberapa hadis shahih yang membahas kebersihan masjid, mulai dari larangan meludah ke arah kiblat dan larangan bau menyengat, hingga kisah wanita yang rutin membersihkan masjid dan dihormati Rasulullah ﷺ. Semua dalil ini menegaskan bahwa merawat rumah Allah adalah ibadah, bukan sekadar kebiasaan. Untuk konsultasi karpet masjid yang mudah dirawat kebersihannya, hubungi 0878-7769-1539.

Kedudukan Kebersihan Masjid dalam Ajaran Islam

Masjid bukan sekadar bangunan tempat shalat. Ia adalah rumah Allah yang kemuliaannya disebutkan berulang kali dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ. Karena kedudukannya yang tinggi, menjaga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan.

Islam tidak pernah memisahkan urusan ibadah dari urusan kebersihan. Justru sebaliknya, banyak dalil naqli — baik ayat maupun hadis — yang menempatkan kebersihan sebagai syarat sekaligus penyempurna ibadah, termasuk ibadah yang dilakukan di dalam masjid.

Berikut ringkasan enam dalil hadis yang akan dibahas satu per satu di artikel ini, lengkap dengan konteks riwayat dan pelajaran praktisnya.

NoTema HadisSumber RiwayatPelajaran Utama
1Wanita yang membersihkan masjidBukhari & Muslim, dari Abu HurairahKeikhlasan dalam amal kecil
2Larangan meludah ke arah kiblatBukhari, dari Anas bin MalikMenjaga kesucian arah kiblat
3Larangan bau menyengat masuk masjidMuslim, dari Jabir bin AbdullahMenjaga kenyamanan jamaah lain
4Kebersihan sebagian dari imanMuslim, dari Abu Malik Al-Asy’ariKebersihan sebagai fondasi ibadah
5Anjuran mandi, siwak, dan wangi-wangianBukhari & Muslim, riwayat JumatKebersihan diri sebelum beribadah
6Larangan berjualan & mengotori fungsi masjidMuslim, tentang adab di masjidMenjaga ketertiban dan kesucian fungsi

Keenam dalil ini dipilih karena sama-sama membahas aspek kebersihan masjid secara langsung, bukan sekadar anjuran umum. Masing-masing memberi sudut pandang berbeda: ada yang bicara soal keikhlasan amal, adab fisik, hingga menjaga fungsi ruang ibadah.

Dengan memahami keenamnya secara utuh, takmir dan jamaah bisa menyusun kebijakan kebersihan masjid yang berlandaskan dalil, bukan hanya kebiasaan turun-temurun tanpa dasar yang jelas.

Hadis tentang Wanita yang Rutin Membersihkan Masjid

Salah satu hadis paling sering dikutip soal kebersihan masjid adalah kisah seorang wanita yang biasa menyapu dan membuang sampah dari Masjid Nabawi. Riwayat ini termasuk dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Riwayat dan Sanad Hadis

Diceritakan bahwa wanita tersebut meninggal dunia, namun para sahabat tidak memberitahukan kabar itu kepada Rasulullah ﷺ. Ketika Nabi ﷺ menanyakan keberadaannya dan mengetahui ia telah wafat, beliau merasa kurang berkenan tidak diberi tahu, lalu meminta ditunjukkan letak kuburnya untuk menshalatkannya di sana.

Riwayat ini menunjukkan betapa Rasulullah ﷺ sangat menghargai orang yang berkhidmat pada kebersihan masjid, sekalipun pekerjaan itu terlihat sederhana dan tidak menonjol di mata banyak orang.

Pelajaran Keikhlasan Amal Kecil

Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari hadis ini untuk pengurus masjid maupun jamaah biasa:

  • Pekerjaan membersihkan masjid, sekecil apa pun, bernilai ibadah di sisi Allah.
  • Rasulullah ﷺ memberi perhatian khusus kepada orang yang berjasa merawat masjid, bahkan setelah wafat.
  • Amal yang konsisten dan tidak dipamerkan justru sering mendapat kedudukan mulia.
  • Takmir sebaiknya menghargai dan mendoakan petugas kebersihan masjid, bukan menganggapnya remeh.

Kisah ini sering dijadikan dasar bahwa profesi marbot atau petugas kebersihan masjid bukan pekerjaan rendahan, melainkan amanah yang mulia di hadapan Allah dan Rasul-Nya.

Hadis Larangan Meludah ke Arah Kiblat di Dalam Masjid

Hadis kedua diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu. Rasulullah ﷺ suatu ketika melihat riak atau ludah menempel di dinding masjid yang menghadap kiblat.

Redaksi Hadis dan Konteksnya

Beliau kemudian mengeriknya sendiri dengan tangan, lalu bersabda kepada para sahabat bahwa ketika seseorang sedang shalat, sesungguhnya ia sedang bermunajat kepada Allah, dan Allah berada di arah kiblatnya. Karena itu, seseorang dilarang meludah ke arah kiblat.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan adab meludah yang benar di dalam masjid, yaitu ke arah kiri atau di bawah kaki, lalu ditutup atau dibersihkan, bukan dibiarkan mengotori dinding maupun lantai.

Dari hadis ini para ulama menyimpulkan bahwa menjaga kebersihan area kiblat, termasuk dinding, lantai, dan alas shalat, adalah bagian dari adab yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ, bukan sekadar aturan buatan takmir.

Hadis Larangan Masuk Masjid dengan Bau yang Mengganggu Jamaah

Hadis ketiga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang memakan bawang putih, bawang merah, atau sejenisnya, hendaknya menjauhi masjid karena baunya dapat mengganggu jamaah lain, termasuk para malaikat.

Riwayat tentang Bawang dan Larangan Mengganggu Jamaah

Konteks hadis ini muncul karena pada masa itu sebagian sahabat datang ke masjid setelah makan makanan yang berbau menyengat, sehingga mengganggu kekhusyukan jamaah di sekitarnya. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa kenyamanan bersama di dalam masjid harus dijaga oleh setiap individu.

Para ulama kemudian memperluas maknanya, tidak terbatas pada bau makanan saja. Prinsip yang sama berlaku untuk bau rokok, bau keringat, bau sepatu, hingga bau apek dari karpet yang lembap atau jarang dijemur.

Intinya, siapa pun yang datang ke masjid dituntut memperhatikan kondisi dirinya agar tidak menjadi sumber gangguan bagi orang lain yang sedang beribadah dengan khusyuk.

Prinsip ini juga relevan bagi takmir dalam merawat fasilitas masjid. Karpet yang jarang dijemur dan mulai berbau apek sebaiknya segera ditangani, sebab secara substansi masalahnya sama dengan yang disinggung dalam hadis ini: mengganggu kenyamanan orang yang beribadah di sekitarnya.

Hadis “Kebersihan Sebagian dari Iman” dan Kaitannya dengan Masjid

Hadis yang sangat populer ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu anhu. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ath-thuhuru syathrul iman, yang artinya bersuci adalah sebagian dari iman.

Redaksi dan Status Hadis

Meski secara redaksi hadis ini berbicara tentang thaharah atau bersuci secara umum, para ulama fikih mengaitkannya erat dengan masjid. Alasannya sederhana: syarat sah shalat adalah suci dari hadas dan najis, dan shalat berjamaah paling utama dilakukan di masjid.

Karena itu, menjaga kebersihan diri sebelum masuk masjid — mulai dari wudhu yang sempurna, pakaian yang bersih, hingga tubuh yang tidak berbau — menjadi bagian dari penghayatan hadis ini dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian ulama bahkan menjadikan hadis ini sebagai dasar umum bahwa kebersihan lingkungan masjid, termasuk karpet, sajadah, dan tempat wudhu, sepatutnya menjadi perhatian utama takmir di kota mana pun, baik di Jakarta, Bekasi, maupun Karawang.

Anjuran Menjaga Kebersihan Diri Sebelum ke Masjid

Selain hadis-hadis di atas, ada kumpulan riwayat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang menganjurkan umat Islam mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian sebelum berangkat shalat Jumat ke masjid.

Anjuran Mandi, Siwak, dan Wangi-Wangian

Beberapa anjuran yang disebutkan dalam riwayat tersebut antara lain:

  • Mandi sebelum berangkat shalat Jumat agar tubuh segar dan tidak berbau.
  • Bersiwak atau menyikat gigi supaya mulut bersih saat berdekatan dengan jamaah lain.
  • Memakai wangi-wangian yang tidak menyengat berlebihan.
  • Mengenakan pakaian terbaik dan bersih, bukan sekadar pakaian yang tersedia.

Semua anjuran ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya datang ke masjid dalam kondisi bersih lahir dan batin, bukan asal hadir tanpa memperhatikan penampilan dan kenyamanan orang sekitar.

Hadis Larangan Berjualan dan Mengganggu Fungsi Masjid

Dalil keenam berkaitan dengan menjaga kesucian fungsi masjid dari aktivitas yang tidak semestinya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jika ada orang berjual beli di dalam masjid, jamaah dianjurkan mendoakan agar Allah tidak memberi keuntungan pada dagangannya.

Menjaga Masjid dari Aktivitas yang Tidak Sesuai Fungsinya

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar orang yang mengumumkan kehilangan barang di dalam masjid diingatkan bahwa masjid dibangun untuk dzikir, shalat, dan membaca Al-Qur’an, bukan untuk keperluan semacam itu.

Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini bukan berarti masjid harus kaku dan tertutup dari kegiatan sosial. Kajian, akad nikah, atau musyawarah kemasjidan tetap diperbolehkan selama tidak mengganggu kekhusyukan ibadah dan kebersihan ruangan utama.

Kaitannya dengan kebersihan cukup erat: aktivitas yang tidak sesuai fungsi masjid, seperti berjualan makanan di ruang shalat, berisiko meninggalkan noda, remah, atau bau pada karpet. Menjaga fungsi masjid sesuai peruntukannya secara tidak langsung ikut menjaga kebersihannya.

Oleh karena itu, banyak masjid besar di Jakarta dan Bekasi kini menyediakan ruang serbaguna terpisah dari ruang shalat utama, khusus untuk kegiatan yang berpotensi mengotori karpet, sehingga area sujud tetap terjaga kebersihannya sesuai semangat dalil ini.

Penerapan Praktis Dalil-Dalil Ini di Masjid Zaman Sekarang

Memahami dalil saja tidak cukup jika tidak diterjemahkan menjadi langkah nyata di masjid. Berikut beberapa penerapan praktis yang bisa dilakukan takmir masjid maupun musala di berbagai kota.

Membentuk Jadwal Piket Kebersihan

Mencontoh semangat hadis tentang wanita yang rutin membersihkan masjid, takmir bisa membentuk jadwal piket yang jelas. Beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  1. Membagi jadwal piket harian atau mingguan untuk menyapu, mengepel, dan membersihkan karpet.
  2. Menyediakan alat kebersihan standar seperti vacuum cleaner ringan, sapu, dan pengharum ruangan alami.
  3. Menetapkan penanggung jawab kebersihan area wudhu, toilet, dan ruang shalat utama secara terpisah.
  4. Melakukan pembersihan menyeluruh karpet masjid minimal setiap dua hingga empat minggu sekali.

Melibatkan Jamaah dan Anak-Anak

Selain petugas khusus, jamaah juga perlu diedukasi agar ikut menjaga kebersihan, misalnya melepas alas kaki dengan rapi, tidak membuang sampah sembarangan, dan segera melapor jika ada tumpahan atau kotoran di karpet.

Di kota-kota dengan jamaah padat seperti Depok, Tangerang, dan Cikarang, edukasi semacam ini terbukti efektif menekan beban kerja petugas kebersihan sekaligus menjaga masjid tetap nyaman sepanjang hari.

Peran Karpet Masjid yang Bersih dalam Menjaga Kekhusyukan

Dalil-dalil di atas berbicara tentang kebersihan secara umum, namun dalam praktiknya, karpet adalah elemen yang paling sering bersentuhan langsung dengan jamaah saat sujud dan duduk. Karpet yang kotor, lembap, atau berbau bisa menjadi penghalang kekhusyukan, sebagaimana disinggung dalam hadis larangan bau menyengat di masjid.

Ciri Karpet Masjid yang Mudah Dirawat

Memilih jenis karpet yang tepat sejak awal akan sangat membantu takmir menjalankan anjuran menjaga kebersihan masjid. Beberapa ciri karpet yang sebaiknya dipertimbangkan:

  • Karpet masjid roll dengan serat rapat sehingga debu tidak mudah terjebak di dalamnya.
  • Karpet tebal namun tetap mudah dibersihkan dengan vacuum cleaner biasa.
  • Karpet polos untuk area yang ingin terlihat rapi tanpa motif yang cepat terlihat kotor.
  • Karpet masjid turki dengan kualitas serat yang tahan lama dan tidak mudah rontok.

Selain empat jenis di atas, banyak masjid juga memilih karpet meteran agar ukurannya bisa disesuaikan persis dengan luas ruangan, sehingga tidak ada sisa kain yang justru menyulitkan proses pembersihan di sudut ruangan.

Soal motif, beberapa masjid lebih menyukai desain yang kaya unsur seni Islam, misalnya seperti yang pernah dibahas dalam artikel tentang motif arabesque pada karpet masjid, di mana keindahan visual tetap bisa berjalan seiring dengan kemudahan perawatan kebersihan sehari-hari.

Untuk musala kecil atau ruang serbaguna, pilihan karpet mushola berukuran menyesuaikan ruang juga banyak diminati, terutama yang berbahan anti-slip agar tetap aman meski sering dipel.

Sementara itu, jamaah yang membawa karpet sajadah pribadi ke masjid sebaiknya juga rutin mencucinya, karena sajadah yang kotor bisa menjadi sumber bau meski karpet utama masjid sudah bersih. Karpet apa pun yang dipilih, tujuannya sama: mendukung kenyamanan orang yang karpet untuk sholat di atasnya agar tetap fokus beribadah tanpa terganggu bau atau debu.

Tantangan Menjaga Kebersihan Masjid di Kota Besar

Masjid di kota-kota padat seperti Jakarta, Bekasi, Tambun, Bintaro, dan Cibubur menghadapi tantangan kebersihan yang lebih berat dibanding masjid di daerah dengan jamaah sedikit. Volume jamaah yang tinggi membuat karpet dan lantai lebih cepat kotor.

Cuaca tropis yang lembap juga mempercepat pertumbuhan jamur pada karpet jika tidak rutin dijemur atau dikeringkan dengan baik. Ditambah lagi, debu jalanan di kawasan padat kendaraan seperti Bogor, Karawang, dan Cibubur mudah terbawa masuk melalui alas kaki jamaah setiap harinya.

Solusi untuk Masjid Berjamaah Padat

Beberapa solusi yang bisa diterapkan masjid dengan jamaah ramai antara lain:

  • Menyediakan area khusus melepas dan menyimpan alas kaki agar debu jalanan tidak terbawa ke karpet.
  • Menjadwalkan pembersihan karpet lebih sering saat musim hujan untuk mencegah kelembapan berlebih.
  • Memasang keset berlapis di pintu masuk utama sebagai penyaring debu pertama.
  • Melakukan rotasi penjemuran sebagian karpet secara bergilir agar tidak ada area yang lembap dalam waktu lama.

Dengan kombinasi antara pemahaman dalil, kedisiplinan piket, dan pemilihan jenis karpet yang tepat, masjid di kota mana pun sebenarnya bisa menjaga kebersihannya secara konsisten tanpa harus mengandalkan renovasi besar setiap tahun.

Tanya Jawab Seputar Hadis Kebersihan Masjid

Apakah semua hadis tentang kebersihan masjid berstatus shahih?

Sebagian besar hadis yang dibahas di atas, seperti kisah wanita pembersih masjid dan larangan meludah ke arah kiblat, tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dua kitab hadis yang paling diakui keshahihannya di kalangan ulama.

Mengapa Rasulullah ﷺ sangat menghargai orang yang membersihkan masjid?

Karena kebersihan masjid berkaitan langsung dengan kenyamanan ibadah seluruh jamaah. Amal yang bermanfaat bagi orang banyak, meski terlihat sederhana, memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah.

Apakah larangan bau menyengat hanya berlaku untuk bawang?

Tidak. Para ulama sepakat bahwa larangan ini bersifat umum untuk segala jenis bau yang bisa mengganggu jamaah lain, termasuk asap rokok, bau badan, dan bau apek dari karpet yang lembap.

Apakah karpet masjid termasuk bagian yang dianjurkan dijaga kebersihannya?

Karpet tidak disebutkan secara eksplisit dalam hadis, namun karena bersentuhan langsung dengan tubuh saat sujud, karpet termasuk objek yang wajib dijaga kebersihannya sebagai penerapan prinsip umum yang diajarkan dalam dalil-dalil di atas.

Seberapa sering idealnya karpet masjid dibersihkan menurut prinsip hadis ini?

Tidak ada angka pasti dalam hadis, namun prinsip menjaga kenyamanan jamaah mengharuskan pembersihan rutin, idealnya menyapu setiap hari dan pembersihan menyeluruh setiap dua hingga empat minggu tergantung jumlah jamaah.

Apakah mengganti karpet lama dengan yang baru termasuk bentuk memuliakan masjid?

Ya, mengganti karpet yang sudah kotor, berjamur, atau berbau dengan yang lebih layak termasuk bentuk kepedulian terhadap kenyamanan ibadah jamaah, yang sejalan dengan semangat dalil-dalil menjaga kebersihan masjid.

Kesimpulan

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa Islam memberi perhatian serius pada kebersihan masjid, mulai dari larangan meludah ke arah kiblat, larangan bau menyengat, hingga penghargaan tinggi bagi orang yang rutin membersihkan masjid. Semua ini mengajarkan bahwa merawat rumah Allah adalah ibadah, bukan sekadar tugas administratif takmir.

Menerapkan dalil ini secara praktis bisa dimulai dari hal sederhana: jadwal piket yang disiplin, edukasi jamaah, dan pemilihan karpet masjid yang mudah dirawat kebersihannya. Dengan begitu, kekhusyukan ibadah jamaah tetap terjaga di masjid mana pun berada.

Tertarik? Hubungi Kami Sekarang

hubungi kami karpet masjid

087877691539